Selasa, 03 November 2020

Model Pengembangan Sistem dan Tahapannya

 

Pengembangan sistem didefinisikan sebagai :
1. Aktivitas untuk menghasilkan sistem informasi berbasis komputer untuk menyelesaikan persoalan (problem) organisasi atau memanfaatkan kesempatan (opportunities) yang timbul.
2. Menyusun suatu sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yang telah ada.

Lalu Apa saja Model-model atau macam-macam metode dalam Mengembangkan suatu Sistem???
Tulis Jawabanmu dengan menggunakan akun FBmu pada kolom komentar di bawah.


7 komentar:

  1. Banyak macam metode dalam memgembangkan sistem informasi huausnya di dunia Dakwah.

    Diantaranya :

    Publikasi media sosial yang Optimal ,bisa silakukan dengan menyebarkan isi dakwah ataupun manajemen lain dalam hal wadah dakwah agar lebih bisa berkembang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aisa sarahenda jalil
      Model-model atau macam-macam metode dalam Mengembangkan suatu Sistem:
      a.Metode System Development
      b.Model‘Air Terjun’(Waterfall)
      c.Model Prototyping
      d.Model RAD (Rapid Application Development)
      e.Model Spiral
      f.Object Oriented Technology
      g.Model Functional Decomposition
      h.Data Oriented Methodologies
      i.Prescriptive Methodologies
      j.Model V
      k.Metode End-user Development

      Hapus
  2. Alfu Rahma Aulia (3618007)
    Pengembangan system informasi dakwah, dapat dilakukan dengan menggunakan metode system development life cycle (SDLC), atau dapat juga dilakukan dengan pendekatan prototyping.
    1) System development life cycle (SDLC)
    Pengembangan system dapat dilakukan dengan 3 cara: pertama, dikembangkan secara mandiri (in house development); kedua, dikembangkan oleh pihak lain(outsourcing development) dan katiga membeli produk jadi.
    System development life cycle (SDLC) merupakan sebuah metodologi dalam pembangunan tau pengembangan system. system development life cycle memberikan kerangka kerja yang konsisten terhadap tujuan yang diinginkan dalam pembangunan dan pengembangan system. Metodologi sdlc dimulai dengan ide-ide dari pengguna melalui study kelayakan analisis dan desain system, pemrograman, pilot testing, implementasi, dan analisis setelah diimplementasikan (evaluasi).
    Beberapa ahli sistem informasi menyatakan bahwa sdlc merupakan pengembangan system secara tradisional dan memiliki beberapa tahapan. Langkah-lankah dalam metodologi sdlc adalah :
    a) mengevaluasi system yang ada
    b) mendefinisikan kebutuhan system baru anga akan dibutuhkan
    c) mendesai system yang diusulkan
    d) pengembangan system yang baru
    e) penggunaan system yang baru
    f) evaluasi harus dilakukan terhadap system informasi baru yang telah atau sedang berjalan.
    2) Prototyping
    Proses pembangunan atau pembangunan system informasi dapat dilakukan dengan pendekatan Prototyping . Prototyping merupakan pembuatan model system prototype yang pembangunan atau pengembangannya dapat dilakukan dengan cepat. Prototyping mengakibatkan proses pembangunan atau pengembangan lebih cepat dan mudah.

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  5. 1. Metode Waterfall
    Waterfall merupakan metode pengembangan perangkat lunak tradisional yang sistematis. Metode ini memiliki lima
    tahapan proses, di antaranya Communication, Planning, Modeling, Construction, dan Deployment.
    2. Metode Prototype
    Prototype dalam bahasa Indonesia diartikan dengan istilah purwarupa. Istilah tersebut berarti model awal atau rancangan sementara yang masih membutuhkan berbagai penyesuaian sebelum dinyatakan telah memenuhi hasil yang diinginkan.
    3. Metode Spiral
    Metode spiral menggabungkan dua metode pengembangan yang telah dibahas sebelumnya, yaitu prototype dan waterfall. Pengembang melaksanakan prototyping dengan cara sistematis khas metode waterfall.
    4. Metode RAD
    RAD merupakan singkatan dari Rapid Application Development. Metode ini juga menggunakan pendekatan iteratif dan inkremental, tetapi lebih menekankan pada tenggat waktu dan efisiensi biaya yang sesuai dengan kebutuhan.
    5. Metode Agile
    Pembahasan tentang scrum telah sedikit menyinggung metode agile. Metode agile merupakan induk dari scrum. Jika scrum adalah kerangka kerja, agile adalah pelaksanaan proyek secara keseluruhan yang berskala besar.
    6. Metode Scrum
    Metode ini adalah turunan dari metode agile, yang nantinya akan dibahas secara tersendiri. scrum seringkali tidak digolongkan sebagai metodologi, melainkan suatu kerangka kerja yang menggunakan pendekatan iteratif (perulangan) dan inkremental (berangsur-angsur).

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama: Salwa Ningrum Fadhila
      NIM: 2119271
      1. Metode Waterfall
      Waterfall merupakan metode pengembangan perangkat lunak tradisional yang sistematis. Metode ini memiliki lima
      tahapan proses, di antaranya Communication, Planning, Modeling, Construction, dan Deployment.
      2. Metode Prototype
      Prototype dalam bahasa Indonesia diartikan dengan istilah purwarupa. Istilah tersebut berarti model awal atau rancangan sementara yang masih membutuhkan berbagai penyesuaian sebelum dinyatakan telah memenuhi hasil yang diinginkan.
      3. Metode Spiral
      Metode spiral menggabungkan dua metode pengembangan yang telah dibahas sebelumnya, yaitu prototype dan waterfall. Pengembang melaksanakan prototyping dengan cara sistematis khas metode waterfall.
      4. Metode RAD
      RAD merupakan singkatan dari Rapid Application Development. Metode ini juga menggunakan pendekatan iteratif dan inkremental, tetapi lebih menekankan pada tenggat waktu dan efisiensi biaya yang sesuai dengan kebutuhan.
      5. Metode Agile
      Pembahasan tentang scrum telah sedikit menyinggung metode agile. Metode agile merupakan induk dari scrum. Jika scrum adalah kerangka kerja, agile adalah pelaksanaan proyek secara keseluruhan yang berskala besar.
      6. Metode Scrum
      Metode ini adalah turunan dari metode agile, yang nantinya akan dibahas secara tersendiri. scrum seringkali tidak digolongkan sebagai metodologi, melainkan suatu kerangka kerja yang menggunakan pendekatan iteratif (perulangan) dan inkremental (berangsur-angsur).

      Hapus